Cara Mendidik Anak Dan Pola Asuh Yang Benar

Setiap anak memerlukan pola asuh yang berbeda-beda, tergantung dengan sifat bawaan si anak. Seorang ibu dituntut untuk mengerti sifat dan kebutuhan anak supaya anak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang ia butuhkan.

Penguatan Keluarga dan Pola Asuh

Hari Selasa, 9 Juli 2019 kemarin tim KKN UGM Kembang mengadakan sosialisasi pola asuh anak di Desa Cepogo RT 01 RW 05. Hal-hal yang dijelaskan mengenai bagaimana mengasuh anak yang baik.

Secara ilmu psikologi, cara mendidik anak berbeda-beda. Berikut merupakan 5 tips cara mendidik anak ibu menjadi anak yang pintar dan berbakti:

1. Didik Anak dengan Penuh Perhatian dan Kasih Sayang

Senakal apapun anak, anak tetap membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya. Terkadang, anak yang nakal merupakan cara ia mencari perhatian dari orang tuanya. Anak yang nakal menginginkan kasih sayang dan perhatian yang lebih dari orang tuanya.

Jika anak ibu nakal dan tidak menurut, jangan memarahinya dengan membentak, apalagi sampai mencaci dan memukul (entah tamparan, jewer, ataupun cubit). Mendidik anak dengan cara kekerasan seperti ini justru membuat anak semakin memberontak kepada orang tua. Efeknya jika terus-terusan sampai tua, anak akan susah dekat dengan orang tua

Berilah perhatian dan kasih sayang yang tulus kepada anak yang nakal. Bersabarlah dalam mendidiknya. Berikan pujian yang tulus atas hal-hal baik yang ia lakukan, dan lakukan dengan sering. Tunjukkan kasih sayang dengan tindakan fisik sesekali seperti pelukan dan ciuman. Anak pasti sangat menghargai tindakan ini dan semakin dekat dengan orangtuanya

JANGAN PERNAH menasihati anak ketika ibu sedang emosi. Rasa emosi dalam diri kita akan membuat kita mengatakan hal-hal yang berlebihan, dan terkadang menimbulkan kekerasan fisik kepada anak. Efeknya, anak semakin menjauhi orangtuanya.

Jika ibu sedang emosi, maka menjauhlah dari anak dulu. Tenangkan diri sampai tidak emosi, baru menasihati anak dengan cara yang baik

2. Libatkan Anak Untuk Mengambil Keputusan Kecil

Pada dasarnya anak belum mampu untuk membuat keputusan bagi dirinya sendiri. Anak akan menggantungkan diri kepada orangtuanya bahkan untuk hal-hal yang kecil, seperti memilih baju

Ajarkan anak ibu untuk berani mengambil keputusan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara meminta pendapat anak untuk hal-hal yang simpel, seperti pilihan menu makan, pilihan pakaian ketika belanja, dll.

Pertanyaan seperti “Mau makan apa hari ini?” “Mau pakai baju yang mana nak?” membuat anak untuk berani mengutarakan pendapatnya. Setelah itu, tugas ibu adalah menghargai pendapat anak dengan melaksanakan permintaannya

3. Latih Anak untuk Berpikir Kritis

Hal ini masih ada hubungannya dengan tips nomer 2. Setelah ibu menanyakan suatu hal, misalnya “Mau makan apa nanti malam?”, lalu tanyakan kepadanya “Kenapa mau makan itu nak?”

Pertanyaan-pertanyaan simpel ini melatih anak untuk berpikir kritis. Selain itu, kebiasaan ini juga dapat meningkatkan kedekatan anak terhadap orangtuanya

4. Luangkan Waktu Khusus Bersama Anak Tiap Hari

Anak sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang orangtua. Sayangnya, banyak orangtua yang sibuk dengan pekerjaan dan urusannya masing-masing hingga jarang ada waktu bermain bersama anak.

Sesibuk apapun ibu, luangkanlah waktu bersama anak dan keluarga meskipun singkat. Misalnya, mewajibkan anak untuk sarapan atau makan malam bersama keluarga. Saat makan bersama, tiap anggota keluarga dilarang bermain hp. Fokuslah pada keluarga, bicarakan hal-hal yang simpel dan hangat

Apabila memungkinkan, luangkan weekend khusus untuk family time. Saat family time, orangtua dilarang untuk mengurusi hal lain seperti pekerjaan. Fokus pada acara keluarga. Setidaknya lakukan ini 2 minggu sekali atau 1 bulan sekali jika terlalu sibuk

Hal kecil ini akan membuat anak merindukan waktu bersama orangtuanya.

5. Dengarkan Cerita Anak

Biasanya kita sebagai orangtua lebih sering menasihati daripada mendengarkan. Padahal anak juga perlu sosok untuk curhat

Sebisa mungkin, lebih seringlah untuk mendengarkan cerita anak ketimbang menasihatinya. Nasihati anak ketika keadaannya benar-benar terhimpit. Selain itu, biarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan